Stroberri dan Residu Pestisida

Siapa yang tak kenal stroberri? Bentuk buahnya yang menarik dan rasa segar yang ditawarkannya, membuat stroberii merupakan salah satu buah favorit yang digemari semua kalangan.

Stroberri (Fragaria sp.) merupakan salah jenis tanaman buah berbentuk herba yang pertama kali ditemukan di chli, amerika. Dan saat ini, sudah tersebar luas dan berkembang pesat menjadi salah satu komoditas pertanian unggulan Indonesia. Bentuk diversifikais usahapun dilakukan para pelaku pertanian, untuk meningkatkan daya jual stroberri, salah satunya adalah dengan mengkombinasikan usaha tani dengan usaha wisata, yaitu “Agrowisata Stroberri Petik Sendiri”, yang saat ini sudah menjamur di beberapa kawasan wisata dataran tinggi di Indonesia.

Strawberry

Pada Agrowisata Stroberri petik sendiri, wisatawan dapat memetik sendiri stroberri sesuai dengan keinginannya, bahkan tak jarang para wisatawan memakan stroberri langsung di kebun tanpa dilakukan pencucian. Pesona stroberri yang begitu memikat, membuat beberapa wisatawan kadang terlena dan lupa dengan betapa bahayanya mengkonsumsi stroberri langsung di kebun tanpa pencucian. Stroberri merupakan salah satu buah yang cukup rentan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman dan tuntutan pasar terhadap bentuk buah yang mulus, oleh karena itu tak jarang petani melakukan penyemprotan pestisida pada pertanaman stroberrinya. Struktur buah stroberri yang berpori – pori memungkinkan residu (sisa) pestisida masih tersisa di buah stroberri pada saat penyemprotan.

Dan bahayanya, banyak konsumen yang belum memperhatikan, bahaya dari terkonsuminya residu pestisida yang terkandung di buah stroberri. berdasarkan pengujian Lab. Kimia Agro, kandungan residu pestisida yang terdapt pada buah stroberri adalah sebanyak 0,15419mg/kg.  memang, bukan jumlah yang banyak, akan tetapi jika terus menerus dikonsumsi akan membahayakan juga, dikarenakan terjadinya bioakumulasi (terakumulasinya rseidu pestisida dalam tubuh manusia).

Oleh karena itu ada baiknya, sebelum mengkonsumsi stroberri segar dilakukan pencucian terlebih dahulu. dan sebaiknya dihindari mengkonsumsi stroberri langsung ketika di petik dari kebun, karena selain membahayakan bagit tubuh kita juga merugikan pengelola, karena memakan stroberri yang tidak masuk timbangan.. hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s