sungguh Tegar Wanita Itu…

awal aku melihatnya,, aku sudah merasa ada yang tak biasa dari wanita itu. dia tidak pernah tertawa lepas meskipun aku telah membuat lelucon spektakuler di awal perkenalanku.
begitu beberapa hari kemudian, aku melihat wajahnya sedikit pucatnya. hingga akhirnya kudapati dia sedang menangis, memegang ponselnya, tangannya gemetar. kutatap layar ponselnya, tertulis nomor yang tak dikenal.
” Mbak..kenapa ga diangkat telponnya” tanyaku
” pasti orang itu lagi”
katanya getir, sepertinya dia menahan tangis. dia meletakkan ponselnya di bawah bantal.
” pasti dia lagi..” katanya pelan.
setetes airmata meluncur di pipinya.
” dulu mbak sangat mencintainya,, dia cinta pertama mbak, hingga akhirnya mbak mau diajak menikah olehnya meskipun usia mbak masih sangat muda” dia terdiam. sedikit terisak. aku menyentuh pundaknya.
” awalnya mbak begitu bahagia, tapi kemudian dia berubah, menjadi lelaki yang kasar, selalu keluar malam, bahkan sebagian orang berkata dia berjudi di luarsana”
aku terdiam..belum saatnya berpendapat.
” Mbak tetap menjaga kepercayaan yang dibangun, apalagi saat itu mbak sudah punya anak..namun, suatu malam dia berkata, bahwa dia terkena penyakit kelamin, tertular dari pelacur dan mau tak mau penyakit itupun sudah menjalar dalam tubuh mbak…” dia terisak
aku tertegun..sangat terkejut..kufikir cerita seperti ini hanya ada di sinetron – sinetron yang setiap malam ditonton ibuku.
” tapi mbak sudah memaafkannya, mbak ikhlas, hanya saja mbak lelah diganggu terus olehnya..padahal janjinya setelah bercerai dia berjanji tak menghubungi mbak lagi..”

Aku masih tertegun, bingung harus berkata apa, tapi kemudian Mbak itu tersenyum padaku. Dari balik wajah yang jarang senyum itu masih terlihat sedikit semangat dan harapan..

“ tak usah khawatir, mbak sudah terbiasa dengan kondisi ini..” dia menyeka sisa airmatanya.

“ yang penting mbak masih bisa bersama anak mbak, itu saja sudah cukup..” katanya pelan.

Hatiku bergetar…sungguh berat cobaan itu…tak berani aku membayangkan jika aku ada di posisinya..Tapi dia begitu tegar.. sebuah ketegaran yang begitu mahal harganya..begitu luar biasa..sungguh aku merasa begitu kerdil dihadapannya..kadang karena cerita cinta sederhanaku saja aku begitu cepat bersedih..begitu cepat menangis..melihat mbak itu aku begitu malu,, betapa kurangnya aku bersyukur padaNya, seringkali aku hanyalah makhluk pengeluh dan terkadang pengecut yang tak berani menghadapi cinta dan benci..hmm….

(seperti yang diceritakan seorang teman)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s