Hubungan Serangga dan tanaman inang

Hubungan Serangga dan tanaman inang

Penggunaan tanaman tahan untuk mengendalikan serangga hama, merupakan salah satu cara pengendalian yang ramah lingkungan. Dalam upaya pengendalian hama dengan menggunakan tanaman tahan serangga, kita perlu mengetahui bagaimana hubungan serangga dan tanaman inangnya. dan bagaimana mekanisme – mekanisme yang terjadi antara serangga dan lingkungannya. Untuk mengetahui mekanisme dari tanaman tahan terhadap serangga, sebelumnya kita perlu mengetahui hubungan dasar mengenai organism baik serangga maupun tanaman .

Aspek serangga

insect pest

Aspek serangga dari interaksi antara serangga dengan tanaman terdiri dari :

  1. Menemukan habitat tanaman inang.

Serangga menemukan habitat tanaman inangnya melalui stimulus yang terdapat di lingkungan yang terdiri dari cahaya, angin, gaya gravitasi, bahkan terkadang temperature dan kelembaban merupakan salah satu penarik penyebaran serangga ke habitatnya.

  1. Menemukan tanaman inang

Setelah menemukan habitat tanaman inang, serangga akan menggunakan stimulus untuk mendapatkan tanaman inang yang cocok. Beberapa factor yang dapat menarik serangga untuk menemukan tanaman inangnya antara lain, melalui warna, ukuran, dan bentuk. Salah satu cara serangga mengenali inangnya, dengan cara mengenali kemochemical melalui antenna, tarsis, dan alat mulut.

  1. Penerimaan inang sebagai inang yang cocok.

Setelah menemukan inang, serangga mencicipi inang, misalnya pada ulat, sebagai salah satu proses pengenalan inang oleh serangga. Beberapa factor fisik yang mempengaruhi proses penerimaan inang, misalnya kondisi daun, keras atau tidaknya permukaan daun, lapisan lilin pada permukaan daun, pubescence ( kepadatan dan tipe bulu daun).

  1. Sufficiency of the plant for requisities

Kecukupan tanaman sebagai inang, merupakan syarat terakhir dalam proses makan serangga terhadap tanaman inang. Jika nutrient yang tersedia cukup dan tidak terdapat zat toksik dalam tanaman, serangga akan menyelesaikan proses makannya.

Aspek Tanaman

Sebagai penyedia stimulus fisikal dan chemical, tanaman memegang peranan penting di dalam hubungan antara serangga dan tanaman inang.

Karakterisktik morfologi

Kandungan tanaman dapat memproduksi stimulus fisik juga penghalang aktivitas serangga. Variasi pada ukuran daun, bentuk, warna, dan ada/tidaknya sekresi glandular mungkin dapat membagi penerimaan serangga terhadap inangnya. Pubescence dan jaringan yang kuat kadang – kadang menjadi factor pembatas dalam proses mobilisasi dan pemangsaan oleh serangga.

Karakteristik Fisiologi

Karakteristik fisiologi yang mempengaruhi reaksi serangga,, biasanya berupa zat – zat kimia yang dihasilklan pada proses metabolism tanaman.

Proses metabolism pada tanaman pada umumnya menghasilkan subtansi yang dapat berfungsi sebagai katalis reaksi, membangun jaringan dan mensupply energy. Tanaman membutuhkan ion anorganik dan penghasil enzim, hormone dan karbohidrat, lipid, protein, dan komponen posfat untuk energy transfer.

Metabolit primer, mendukung proses pertumbuhan dan reproduksi dari tanaman. Bagi serangga, beberapa metabolit primer ini dapat berfungsi sebagai feeding stimulants, nutrient, juga zat toksik.

Secondary metabolit, bervariasi sekali di antara tanaman dan disebut sebagai zat non esensial dalam metabolit primer. Akan  tetapi secondary metabolit dapat pula berfungsi sebagai stimulus bagi serangga.

Hubungan antara stimulus tanaman dan respon serangga merupakan komunikasi kimiawi,zat kimia yang berperan disebut semiochemical yang terdiri dari :

–          Feromon  : yang mendukung komunikasi individu dalam spesies yang sama

–          Allelochemical : yang mendukung komunikasi individu dalam spesies yang berbeda.

  1. Allomon : zat kimia utk pertahanan, memproduksi respon negatof terhadap serangga dan mengurangi kesempatan untuk kontak serangga dengan inang. Yang termasuk allomon diantaranya, repellent, oviposition dan feeding detterent, dan zat toksik
  2. Kairomon : memberi keuntungan terhadap serangga, mendukung proses penemuan inang, oviposisi, dan feeding. Kairomon terdiri dari : atraktan, arrestant, excitant dan stimulant.

Pemilihan Inang Tanaman

                Proses pemilihan inang, biasanya melibatkan kedua primer dan sekunder metabolit dari tanaman,. Aroma tanaman (host plant odor)  atau rasa tanaman didapat dari nutrient dan komponen asing yang diterima oleh complex sensor input. Input ini diinterpretasikan oleh pusat nervous system serangga  untuk dikelompokkan apakah input tersebut berasal dari tanaman inang atau bukan.

Sumber : Entomoloy and Pest Management, Larry P Pedigo

One thought on “Hubungan Serangga dan tanaman inang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s