Balada cinta tukang es potong (de’angkot eps.2)

huaiiiiii,,akku pengen nerusin episode de’angkotz niee (mau aku bikin panjaaaaang ah,,kaya cinta fitri,heu2, ya selama inspirasi mengalir deras di sebuah kendaraan yang menemani hari – hariku ” Angkot”

seharian ini hujan terusss,,baru kerasa jadi orang bandung,, brrrr,,,skrg baru bener kata orang Bandung teh tiris pisan euy..!! ok back to angkotzz,, di hari yang hujan ini, aku baru aja pulang tes PNS,,angkot terakhir yang aku naikin setelah menempuh perjalanan panjangh dari gedung KPU,, adalah angkot kuning jurusan Ciparay – Lembur awi..

angkot sudah hampir penuh waktu akku naek,,Beberapa cerita menarik yang ku catat hari ini :

Balada Cinta Tukang Es Potong

seorang tukang es potong nampak begitu asyik curhat dengan ibu penjual keripik yang duduk di depannya,, sungguh tragisss ceritanya,, (hueksss,,aku sampai terharuuu), jadi alkisah tuh si bapak tkg es potong itu, punya istri dan dah punya anak tiga, suatu hari istrinya memutuskan untuk bekerja menjadi “wanita carrier” dengan dalih ingin membantu keuangan keluarga yang semakin hari terasa semakin berat dengan kebutuhan ketiga anak mereka, sang istripun diterima kerja sebagai pembantu rumah tangga, dengan gaji 300rb per bulan,, “gaji nya,,ya dipake buat keperluannya ajah,,beli pulsa,, dll,,” kata si mamang mendengus pelan..

cerita makiin,, heboh dan dramatis, pas si mamang melanjutkan cerita, ternyata sang istri kerja di sebuah rumah nenek yang punya kost – kostan, huuuuu,,terjadilah cinta yang begitu dramatis, sang istri maen gilla (maaf kalo bahasa ku kasarr yaah) dengan salah satu penghuni kostan si nenek,, “mamang tukang nasi goreng”,, huhuhu,, si mamang es potong ga habis fikir koq istri yang sangat dicintainya berbuat seperti ituh,,

beneran deh ini mah,, ampe berkaca – kaca gitu,, apalagi pas dia cerita, waktu malah takbiran lebaran lalu, jam 3 malem gitu, dia masak ketupat dan masakan lebaran, terus masakin air buat anak2nya,, sang anak yang paling kecil terbangun dan berkata ” Pak,, mamah kamana?”.. aduuh,, miris yaa,,rasanya,, hikss

kini,,sang istri udah menikah dengan sang tukang nasi goreng ( yg kata mamang es potong,, ga lebih “ganteng” dari dia, hanya saja “Duit” jualan nasi goreng lebih besar dari jualan es potong),,, dan ajaibnya tuh perempuan,, dia menikah dengan tkg nasi goreng,, tanpa ada kata cerai dari mamang es potong,, huhuhuhu,,, (wanita zaman sekarang,, hakhakhak,,,) dan kasiannya,,tiga anak hasil pernikahan mereka di urus sama si mamang es potong a.ka.. jadinya,,si tukang es potong, harus berjuang lebih keras, untuk menghidupi tiga anaknya.. – setelah si istri tak lagi peduli dengan anak2nya,,

aku yang diam – diam menyimak curhatan mereka,, kemudian berfikir,, ya ampuuunn,, di zaman serba susah gini,, koq bisa sang mamang es potong yang lagi broken heart itu,, mampu menghidupi anak2nya,, ya meski, seperti yang dia ulang – ulang, pas – pasan, tapi disinilah, aku melihat kalo rizki itu Allah SWT yang ngatur besar atau kecil, yang penting barokah.. Insya Allah..

4 thoughts on “Balada cinta tukang es potong (de’angkot eps.2)

    • tentu saja seperti itu Bang,, tapi menurutku gapapa sekali – kali menitikkan air mata,,anggaplah airmata yang jatuh itu,,sebagai penyubur hati,,seperti hujan yang menyuburkan Bumi,, hehe,,🙂 maaf kalo analoginya aneh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s