BIOPROSPECTING – Bioprospeksi

Alam telah menyediakan sumber daya hayati yang luar biasa yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia, namun setiap sumber daya yang terdapat di alam memiliki carrying capacity, dimana sumber daya itu akan rusak/habis dan tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan manusia jika terjadi overeksploitasi yang dilakukan oleh manusia dalam meningkatkan keuntungannya masing – masing, dan saat ini, hilangnya keanekaragaman hayati merupakan salah satu masalah utama lingkungan internasional.

Pengerusakan keanekaragaman hayati berakar karena permasalahan ekonomi, terutama di negara – negara berkembang. Karena itulah, Dalam waktu singkat, negara berkembang akan menemukan cara tercepat dan beresiko rendah untuk menghancurkan habitat hayati, seperti memotong pohon di hutan tropis untuk diambil kayunya, pengalihan lahan menjadi ladang, mengubah lahan basah menjadi tambak udang dan menghancurkan terumbu karang untuk dijadikan bahan bangunan. Pengrusakan pengrusakan ini mudah dilakukan daripada melakukan cara cara yang mengadopsi cara yang berorientasi pada strategi konservasi yang akan menyediakan kebutuhan sampai jangka panjang.

Salah satu cara yang untuk menghentikan eksploitasi SDA adalah dengan menjadikan produk – produk keanekaragaman hayati menjadi produk yang komersial (berdaya guna dan bernilai secara ekonomi), para ahli menyebutnya dengan “Bioprospeksi”

Definisi Bioprospeksi  dan Ruang Lingkup Bioprospeksi

Sejarah bioprospeksi ‘bioprospekting’, sebagai sebuah konsep yang diperkenalkan pada 1989 sebagai ‘prospekting kimia’ dan didefinisi ulang pada tahun 1993 sebagai ‘biodiversitas bioprospekting’(Reid et al., 1993).

Bioprospeksi didefinisikan sebagai “eksplorasi dari keanekaragaman hayati menjadi sumber daya genetik dan biokimia yang mempunyai nilai secara komersial”. Bioprospeksi meliputi pemanenan, prosesing dan transformasi material biologi. Banyak sekali actor pada level yang berbeda dengan minat yang beragam, kemampuan investasi dan kemampuan teknologi (Polski, 2005).

Dua unsur utama dalam aplikasi bioprospek adalah entobiologi dan etnofarmakologi. etnobotani sebagai ‘studi interdisiplin dari aksi fisiologi tumbuhan, hewan, dan substansi lain yang digunakan dalam obat pribumi masa budaya lalu dan sekaran(International Society of Ethnopharmacology Constitution, 2005).  Etnofarmakologi  observasi dan investigasi eksperimen dari aktivitas biologi dari subsatansi tumbuhan dan hewan’, menggunakan pendekatan etnofarmakologi, etnobotani, etnokimia, farmakologi dan toksikologi (Journal of Ethnopharmacology, 2005). etnobotani dan etnofarmakologi menggali traditional medical knowledge  dan Indigenous medical knowledge .

Bioprospeksi ini ini menawarkan kesempatan bagi manusia untuk mengetahui bagaimana informasi biologi dan kimia yang berevolusi selama miliaran tahun sebelum akhirnya hilang. Informasi ini dapat menunjukkan jalan bagi penemuan obat bagi penyakit penyakit yang belum ditemukan obatnya, dapat menumbuhkan tanaman pangan atau dapat menemukan suplemen makanan yang benar- benar meningkatkan kesehatan manusia. Bioprospeksi juga dapat memberikan peran terhadap upaya konservasi keanekaragaman hayati, dapat menyediakan dasar bagi industri bioteknolgi modern di negara berkembang dan dapat memberikan masyarakat tradisional manfaat dari pengertian unik mereka akan lingkungan di mana tempat mereka tinggal. Adanya ekspansi yang cepat membuat usaha bioprospeksi ini harus dijadikan prioritas, dah bioprospeksi baru akan tercapai bial terdapat kerja sama antara perusahaan riset di negara maju yang dapat menyediakan teknologi, manajemen, dan marketing.

Contoh – contoh Proyek Bioprospeksi

            Beberapa proyek bioprospek telah berjalan di berbagai Negara, umumnya proyek – proyek bioprospek ini bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan manusia, beberapa proyek itu diantaranya :

  • Usaha yang dilakukan oleh United States National Cancer Institute (NCI) dalam menemukan agen anti kanker dari biodiversitas, dalam konteks masa kini, dari tumbuhan
  • “Studi Biodiversitas di Vietnam Laos” : Sebuah Program ICBG berpusat di University of Illinois Chicago untuk menemukan molekul aktif dari tumbuhan Vietnam dan Laos sebagai kemoterapis untuk Malaria, tubercolisis, AIDS, kanker
  • Biodiversity Institute di Costa Rica, disingkat menjadi InBIO, yang merupakan pusat konservasi serangga dan tumbuhan yang diharapkan dapat berguna untuk pengembangan bioprospeksi. Perjanjian antara InBIO dengan Merck Pharmaceutical Company, dimana Merck setuju untuk membayar 1,3 Juta dolar untuk satu set sample dari tumbuhan, ditambah dengan pengaturan royalty jika tumbuhan tersebut dapat dikembangkan secara komersial.

tugas kuliah Managemen biologis akku,,disarikan dari Jurnal “Bioprospecting”

4 thoughts on “BIOPROSPECTING – Bioprospeksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s