Insect Mating Disruption

* Pengkacauan Perkawinan Pada Serangga.

feromon merupakan salah satu semiocemical yang dikeluarkan dari kelenjar endokrin serangga, senyawa ini digunakan untuk melakukan komunikasi dalam satu spesies serangga.  (more about pheromone)

sesuai dengan arah pengendalian hama yang lebih mengarah pada pengembangan hama ramah lingkungan, penggunaan feromon sintetik yang telah berlangsung puluhan tahun, semakin banyak digunakan, bahkan telah banyak produk komersial yang dijual di pasaran. teknik yang umum digunakan dalam aplikasi feromon di lapangan adalah mating disruption (pengkacauan perkawinan) dan mass trapping (pemerangkapan massal).

tulisan kali ini,, saia akan lebih membahas mengenai mating disruption (insya Allah mass trapping nya menyusul.. ^.^)

mating disruption atau mengkacauan perkawinan serangga adalah suatu teknik aplikasi feromon di lapangan, dengan menempatkan feromon di dalam dispenser (dispensernya bukan wadah air lho, tapi tempat khusus berukuran kecil untuk menyimpan feromon sintetik), kemudian di simpan di lahan pertanian. sehingga ketika betina melakukan perilaku memanggil terhadap jantan dengan mengeluarkan feromon alaminya, jantan yang seharusnya dapat terbang mendekati betina mengalami kebingungan karena sulit membedakan dengan feromon sintetik yang dikeluarkan oleh dispenser. mekanisme nya seperti gambar di bawah ini :

beberapa mekanisme yang terjadi dalam mating disruption adalah sebagai berikut :

žfalse-plume (trail) following

  ngengat jantan berkompetisi untuk menarik baik memanggil (biasanya virgin female) ataupun pada feromon dispenser, kemudian terjadi penurunan batas waktu pencarian dari jantan dan mengurangi pertemuan untuk melakukan perkawinan (mating encounters)

žkamuflase

  perilaku memanggil betina dengan dispenser yang memiliki plumes lebih lebar, oleh karena itu jantan tidak dapat membedakan females plumes dan menemuka lokasi betina untuk melakukan perkawinan.

ždesensitization (adaptation and/or habituation),

  termasuk adaptasi dan habituasi dimana konsentrasi yang tinggi dari feromon menyebabkan kelelahan dari neuron jadi serangga menjadi kurang responsif terhadap feromon untuk beberapa waktu, lalu waktu pencarian efektif menjadi terbatas dan mengurangi kesempatan untuk menemukan pasangan selama periode terbang.

žsensory (or component) imbalance

  dapat terjadi ketika suatu komponen dilepaskan dari dispenser  yang bergabung dengan komponen dari betina atau dari dispenser lain untuk membuat ratio komponen feromon yang tidak alami pada plumes yang tidak menarik atau menolak jantan yang konspesifik

žKombinasi

  mekanisme nonkompetitf dari mating disruption terdiri dari kamuflase, desentisisasi, dan ketidakseimbangan sensor yang berpengaruh pada perilaku orientasi serangga.

One thought on “Insect Mating Disruption

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s