Do The Best (Kakek Becak story)

” tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik” sepanggal lirik (jiaaaah,,bahasaku) lagu demassive yang booming banget itu loh, yangt kata orang liriknya dahsyat banget, dan akku mencoba menggali lebih dalam makna tuh lirik… hakhakhak..

beberapa hari yang lalu akku ngejenguk salah satu teman yang terkena penyakit DB, rumahnya itu di salah satu komplek perumahan besar di Jl Raya Soreang – Bandung, nah… karena tuh perumahan sangat luas dan besar, jadi mengharuskan akku dan Bu Lilis, temanku untuk menggunakan “becak”.. tawar menawar sengit terjadi sore itu *maklum ibu – ibu ..hahay..

9000” kata si Mang,,heu si Mang apa si Kakek ya? soalnya terlihat sangat tua Bapak itu, hikss,, akku kadang sedih, kenapa ya, tukang becak itu banyaknya Bapak – Bapak yang sudah sangat tua.. tapi kata Papah yang setiap hari jadi pengguna becak bilang gini “ karena anak – anak muda ga ada yang mau jadi tukang becak, lebih memilih kerja di pabrik

jadddi..karena mungkin mereka ga ada pekerjaan lain, makanya memutuskan jadi tukang becak,, atau dengan kata lain, “kalo ada pekerjaan yang lebih layak, mereka ga akan jadi tukang becak

nah kembali ke tawar menawar sengit tadi..

4000” tawar Bu Lilis (dalam hatiku,, ya Ampyuuun,, nawar lebih dari setengahnya..) “7000 lah bu, soalnya ibu berdua” kata si Kakek sedikit memelas “6000 lah” kata bu Lilis ga kalah dari si Kakek. “nya sok we lah..ngalarisan” katanya sambil dengan semangat mengambil becaknya..

kamipun naik, agak aneh rasanya, kenapa si Bapak becak, jalannya koq pelan banget, apa mungkin karena jalanan yang rame dan si mang takut kena mobil – mobil bagus yang lalu lalang.. tapi koq becak yang lain mah biasa ajah, “blok apa Bu?” kata si Bapak Becak

O” .. aku melirik jalan di sebelahku.. ya ampyuuun.. baru blok “C”.. jalannya becak semakin melambat, apalagi kalo ada sedikit undakan jalan. blok  demi blok dilewati, sedikit terdengar nafas si Bapak Becak semakin terengah – engah, “masih jauh Mang?”

bentar lagi Bu” katanya penuh semangaaat.. masih..dengan nafas yang terengah – engah.. tibalah di dekat rumah temanku itu, ada undakan yang cukup menanjak..si Bapak Becak.. mendorong becaknya sekuat tenaga,,namun gagal, –mungkin beban terlalu berat kali yaa, wakwaw-.. tapi dia kembali mendorong.. dan gagal lagi..

aku dan Bu Lilis khawatir.. “udah Mang,,kita aja yang turun dulu” kata Bu Lilis .. ” jangan Bu,, gpp,,saya bisa koq” katanya penuh semangat.. peluh bercucuran di pelipisnya (beneran ini mah,, bukan lebay mode), aku dan Bu Lilis tetap duduk di atas becak,, sambil sedikit waswas takutnya tiba – tiba si Bapak Becak “pingsan” kehabisan nafas,,kecapean (huuu,,ini baru lebay mode on).

setelah berkali – kali gagal mendorong dari belakang.. kali ini dia mendorong dari depan.. ya..sekali gagal.. dua kali gagal lagi.. (ya Ampyuun kami berat banget apa yak???hahaha).. ketiga kalinya dengan penuh semangat si Bapak Berhasil melewati undakan itu.. Yihhhaaa… tapi wajahnya terlihat sangat kelelahan..tangannya gemetar,,dan tentunya peluh di pelipisnya saksi perjuangannya,,hanya untuk “6000 sajah” meski akhirnya kami ga tega ngasih segitu..

tapi yang akku salut dari si Bapak ini,, dia benar – benar mengamalkan (ahay..bahasaku..) lirik demassive di atas

” tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik..”

meskipun pekerjaannya hanya tukang becak.. pekerjaan yang mungkin bukan cita – citanya.. pekerjaan yang kata temanku “kerja keras tapi ga cerdas (jahat banget sih.. yang bikin perumpamaan).. pekerjaan yang mungkin jika ada pilihan, dia tak akan memilih jadi tukang becak.. tapi si tukang becak tadi tetap semangat menjalani pekerjaannya,, tetap berjuang untuk memberikan service terbaik untuk pelanggannya.. Subhanallah…  sementara ini akku ga bisa berbuat banyak untuk membantunya,, hanya berdoa dalam hati,,semoga hidupnya yang “mungkin” pas – pasan bisa penuh “berkah” amiiiin.. dan dia tetap semangat menjalankan hari – harinya.. demi services terbaik untuk pelanggannya..!! ^.^

One thought on “Do The Best (Kakek Becak story)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s