Manajemen ekologis pada lingkungan pertanian

Pada saat aplikasi musuh alami di lapangan, banyak aspek dari lingkungan pertanian yang mempengaruhi jumlah serangga dan memiliki pengaruh dalam pengelolaan hama. Untuk memahami hal ini, kita harus memperhitungkan aspek ekologi dari permasalahan hama yang terjadi.

Areal pertanian memiliki suatu kestabilan dengan cara membersihkan suatu area dari spesies – spesies yang tidak diinginkan dan menggantinya dengan spesies yang dapat memenuhi kebutuhan manusia.  Tanaman pertanian dirawat dengan input besar yang terlibat dalam praktek – praktek pertanian, seperti pencangkulan, pemupukan, praktek budidaya dan irigasi.

Praktek pertanian dan produksi peternakan, didesain untuk membuat lingkungan yang sesuai untuk spesies yang kita inginkan. Lingkungan ini biasanya sederhana secara ekologi, dan juga menyediakan habitat yang cocok untuk serangga dan organism lainnya (sebagai contoh tanaman yang tidak diinginkan (gulma) dan mikroorganisme). Spesies – spesies yang tidak diinginkan ini biasanya terdapat sebelumnya di area tersebut atau tertarik dari area lain.

Manajemen ekologis.

Berdasarkan sejarah, entomologis menyebut “modifikasi lingkungan pertanian melalui perubahan teknik yang diterapkan” disebut cultural control (pengendalian kultur teknis). Kultur teknis dapat didefinisikan sebagai manipulasi lingkungan pertanian untuk mengurangi serangan hama dan kerusakan akibat hama.

Manipulasi pengendalian kultur teknis melibatkan factor lingkungan yang telah ada.

Manajemen ekologis berdasarkan pemahaman kita mengenai ekologi serangga yang berhubungan dengan tanaman pertanian yang kita produksi. Secara umum, kita harus memahami kebutuhan ekologi hama, mengetahui bagaimana ketersediaan kebutuhannya di agroekosistem dan mengerti perilaku serangga dalam memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan utama serangga terdiri dari :

  1. Makanan dan tempat untuk makan.
  2. Perkawinan (mating)
  3. Peletakan telur
  4. Shelter (perlindungan) dari suhu ekstrim juga musuh alami.

Ketika hama menjadi masalah utama di suatu areal pertanian, dimungkinkan bahwa di areal pertanian itu terdapat kebutuhan – kebutuhan utama hama.

Contoh : belalang (Melanolus spesies) ditemukan pada daerah yang memiliki keberlimpahan supply makanan  pada tanaman musiman seperti jagung ataupun  kacang kedelai.

Ide dibalik manajemen ekologis adalah untuk menemukan “rantai lemah/weak links” dari siklus musiman serangga dan untuk mengeksploitasi mereka. Rantai lemah dapat menjadi pola perilaku untuk perkembangan yang lengkap dari serangga, seperti merayap di atas permukaan tanah untuk mendapatkan makanan dilakukan oleh penggerek batang “Paipamea nebris” atau peletakan di tempat yang aman selama musim dingin, seperi yang dilakuka oleh boll weevils dewasa, Anthonomus grandis.

Makanan merupakan salah satu komponen utama yang terdapat di dalam weak link ini. Ada serangga yang dapat memakan berbagai jenis makanan dan adapula serangga yang hanya memakan beberapa jenis makanan. Karena makanan ini merupakan factor vital terhadap kelangsungan hidup serangga, maka kita dapat memanipulasinya untuk mengendalikan serangga. Karena makanan tidak hanya menyediakan nutrisi bagi serangga, namun juga dibutuhkan untuk proses reproduksi dan aktivitas lainnya.

Tujuan – tujuan dari manajemen ekologis dapat kita buat 4 kategori yaitu :

  1. Mengurangi kecocokan ekosistem terhadap kehidupan serangga.
  2. Menggangu ketersediaan sumber makanan yang merupakan kebutuhan serangga.
  3. Mengalihkan  populasi hama dari areal pertanian
  4. Mengurangi dampak dari serangan hama/

Satu atau beberapa pendekatan dapat kita gunakan dalam manajemen ekologis untuk menjaga agar populasi hama “off balance” dan mencegah agar hama mengakibatkan  kerugian/kerusakan.

Source : Bab X : Ecological Management of the Crop Environment. Larry P. Pedigo. Entomologi and Pest Management

One thought on “Manajemen ekologis pada lingkungan pertanian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s