Kenapa terasa seberat ini..

Kenapa terasa seberat ini..

Kalo diibaratkan metamorfosis kupu-kupu, saat ini saya sedang berada dalam fase kepompong.

Fase diam dalam ruang sempit..
Fase merenung..
Fase berubahhhh.. seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, dalam fase kepompong, ada banyak sekali perubahan yang akan terjadi setelah ini, dimana saya akan menjadi kupu-kupu yang cantik dan bermanfaat..
Tapiiiii…kapan masa kupu-kupu itu akan tiba.. *sabar* *ikhlas*

Kenapa  terasa seberat ini -untuk saya- mungkin tidak untuk oranglain…

Saat ini saya menjadi fulltime housewife, dimana semua waktu saya dihabiskan di rumah untuk urusan rumah tangga, kadang suka berfikir that’s absolutely not me. Saya wanita aktif, dulu sebagian besar waktu saya dihabiskan di luar rumah, pergi gelap pulang juga gelap, tapi sekarang? Bisa dihitung pake satu tangan berapa kali saya keluar rumah dalam satu bulan.. hmmm…

Ohya, coba bayangin deh, di zaman kaya sekarang yang sudah serba canggih dan serba internet, ada suatu tempat yang tidak tersentuh sinyal operator gsm manapun dan listrik pln belum masuk sepenuhnya, akses jalan yang cukup jauh dari pusat kota bahkan dari kecamatan, jalan berbatu rusak parah dan nanjak. Yaaaa, di tempat itulah saya tinggal sekarang..

No signal = terputus dari dunia luar.. kemana aja siih mi nomornya ga ada yang aktif, susah sekali dihubungi.. sayapun sama sulit menghubungi orang lain, bahkan untuk sekedar membuka internet saja sulit sekali. Tapi jujur, kadang saya merindukan teman – teman, obrolan ringan sampai diskusi ilmiah, jalan2, nonton, berburu diskonan, ngafe, karokean,,daann banyak lagi.. tapi kondisinya berbeda sekarang.. saya sadar itu, status saya sebagai istri sudah tidak bisa sebebas dulu.. but sometimes, i need ‘me time’..

Kadang perasaan minder dan tidak puas dengan keadaan ini. Status sebagai ibu rumah tangga, meskipun sekarang ramai dikampanyekan di berbagai media sosial tentang ‘betapa bahagianya menjadi ibu rumah tangga’ tapi kadang saya ingin kembali bekerja seperti yang lain. Saya ini lulus s1 dengan predikat cum laude, s2 saya juga bukan asal asalan, saya lulusan s2 dari institut terbaik di negeri ini, lalu kenapa saya hanya berdiam diri di rumah? Bukankah ada potensi dalam diri saya yang bisa dikembangkan ? Yaahhh… pertanyaan semacam itulah yang kadang terlintas dan membuat ini terasa semakin berat dijalani..

Kenapa terasa seberat ini..

Karena mungkin saat ini saya sedang diuji, yaaa, bersyukurlah dengan ujian berarti Alloh masih sayang dan perhatian sama kita, Alloh ingin menaikkan derajat keimanan kita. Ya, dengan syarat ujian ini harus dijalani dengan sabar dan ikhlas..

Tak terasaaaaa…2 tahun sudah masa berlalu… pagi..siang..sore..malam.. dijalani dengan aktivitas yang sama, seperti sudah membentuk stability domain untuk saya, entah kApan dan apa yang bisa membuat saya berpindah ke stability domain yang baru..

Yang saya tahu dan rasa, saya jauh lebih ikhlas sekarang, apalagi sudah ada fachry yang jadi obat jenuh, obat sedih dan tentunya kekuatan dan penyemangat saya.. mungkin saya harus menyelesaikan masa menyusui fachry, dan dia cukup besar untuk saya tinggal berkarier lagii.. mungkin saja, kita todak pernah tau apa yang akan menjadi episode kehidupan kita selanjutnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s